Buggati Bandar Bola Milik Floyd Mayweather di jual dengan harga Fantastis!

Capture Fy

Interwin.me – Floyd Mayweather merupakan salah seorang Petinju kelas dunia yang sangat menggemari bandar bola supercar. Floyd yang juga di beri julukan “Money” memiliki banyak Koleksi mobil super dan mobil sport.

Seperti yang di laporkan TMZ Sport, Pada minggu (16/4/2017), Floyd Mayweather sudah melepas Bugatti Grand Sport Vitesse kepada Luxury Auto Collection di Scottsdale, AZ. Dengan harga super Fantastis yakni USD 3.95 juta atau setara dengan 52.4 milyar rupiah.

Mobil Bugatti Grand Sport Vitesse hanya di produksi sebanyak 150 Unit untuk seluruh dunia. Mobil milik julukan The Money ini merupakan mobil terakhir yang di boyong ke Amerika Serikat. Mobil ini sangatlah langka bagi seorang pembeli dapat menjadikan mobil ini bagian dari Sejarah Supercar yang di milik oleh seorang petinju kelas Dunia yang telah mengalahkan manny pacquiao.\

Dalam deskripsinya disebutkan, Bugatti Grand Sport Vitesse milik Floyd Mayweather ini mampu berlari hingga 402 km/jam. Mobil itu juga mampu berakselerasi dari 0-96 km/jam dalam 2,4 detik.

Judi Bola: Bisikan Buffon ke Donnarumma Sebelum Italia Tumbangkan Belanda

Judi Bola: Bisikan Buffon ke Donnarumma Sebelum Italia Tumbangkan Belanda

Posisi Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang Italia telah tergantikan. Genarasi baru yaitu Gianluigi Donnarumma telah mengambil ahli di bawah mistar gawang Timnas Italia. Diberitakan oleh Judi Bola, sebagai pemain yang masih memiliki pengalaman yang minim di tingkat Internasional, ternyata nasihat dari senior tentunya akan cukup mempengaruhi.

Italia berhasil menang atas Belanda dengan skor 2 – 1. Kemenangan Gli Azzurri tidak lepas dari penyelamatan-penyelamatan apik dari Gianluigi Donnarumma yang mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter setelah tujuh bulan bersama timnas.

Namun dibalik performa gemilang dari Donnarumma, terdapat nasihat yang diberikan oleh Buffon sebelum laga dimulai. Hal tersebut diungkapkan oleh Donnarumma yang merasa sangat bersyukur karena kata-kata Buffon sangat berpengaruh baginya.

“Sebelum laga dimulai, Buffon mengatakan kepada saya untuk bermain rileks dan tidak untuk mencoba sesuatu yang baru karena yang saya lakukan sebelumnya sudah sangat baik”, cerita Donnarumma.

“Saya sangat bersyukur bisa tampil untuk pertama kalinya ketika Buffon masih di sini. Saya sangat berterima kasih atas saran yang diberikan olehnya”, tutup kiper AC Milan tersebut.

Awal karir Donnarumma sebagai penjaga gawang bisa dikatakan lebih sukses jika dibandingkan dengan Buffon. Donnarumma hanya membutuhkan waktu tujuh bulan untuk mendapatkan tempat utama di timnas Italia, sedangkan Buffon membutuhkan waktu hampir satu tahun sebagai starter di Gli Azzuri.

Agen Sbobet, Ronaldo Dianggap Memberikan Pengaruh Buruk Kepada James

Agen Sbobet, Ronaldo Dianggap Memberikan Pengaruh Buruk Kepada James

James Rodriguez merupakan salah-satu pilar penting dalam timnas Kolombia. Karena performa apiknya bersama timnas, dirinya dilirik oleh Real Madrid dan kemudian didatangkan oleh Los Blancos pada musim 2014/2015. Tidak tanggung-tanggung, Real Madrid berani menebus James dari Monaco dengan mahar sebesar 80 juga euro karena pemain asal Kolombia tersebut merupakan pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2014 lalu.

Bermain di klub sebesar Madrid, Agen Sbobet James tentunya mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran dari para pemain senior seperti Cristiano Ronaldo dan beberapa pemain hebat lainnya. Namun hal tersebut tidak selalu baik karena James dianggap telah mengikuti sifat buruk dari Ronaldo.

“James adalah teman baik saya, namun saya melihat pertemanan dia dengan Cristiano Ronaldo berdampak buruk baginya”, ungkap Asprilla. [Baca juga: Real Madrid Dikritik Karena Tidak Menghargai Lawannya]

Pada saat membela Kolombia di laga kontra Argentina pada ajang babak kualifikasi Piala Dunia 2018, James dianggap menunjukkan sikap yang buruk oleh salah-satu penyerang legendaris Kolombia, Faustino Asprilla.

“Sekarang, James telah menunjukkan gerak badan yang tidak bagus sama seperti Ronaldo. Dia mengangkat tangannya ketika tidak mendapatkan bola dari rekannya”, jelas Asprilla.

“Gerakan tersebut bukan sesuatu yang baik untuk dicontoh karena kami bermain tim dan masih banyak pemain lain yang pantas untuk mendapatkan bola”, ungkap mantan pelatih Parma tersebut.